Saturday, February 21, 2009

Dee on JUST ALVIN - Metro TV



Saksikan obrol-obrol akrab dan mendalam antara Alvin Adam
dengan tiga penulis perempuan:
Dewi Lestari, Djenar Maesa Ayu, Nova Riyanti Yusuf,
di Metro TV pada acara:

  • JUST ALVIN - Episode: "Bukan Roman Picisan" (Re-run)
  • Hari: Senin, 23 Februari 2009
  • Pukul: 13.30 WIB




There'll be surprising testimonials, spontaneous tears,
singing performance,
and many more!


PS. I hope you'll all enjoy this show as much as I (we) did! :)

Wednesday, February 18, 2009

Aksara Book Club Gathering



Acara Gathering untuk anggota Book Club Aksara diadakan ketiga kalinya pada hari Selasa lalu, 17 Februari 2009. Acara yang berlangsung dengan akrab dan hangat tsb diwarnai pertanyaan-pertanyaan yang 'tidak biasa', dan itu menjadi sebuah penyegaran tersendiri bagi saya. Sebagaimana konsep gathering yang memang diharapkan oleh Aksara, para pengunjung lebih banyak bercerita tentang pengalaman mereka sebagai pembaca, dan untuk itu mereka bisa menanyakan apa saja pada sang penulisnya.

Terima kasih sekali untuk teman-teman yang sudah menyempatkan diri untuk hadir. Semoga pertemuan kecil kita dapat berkesan dan menginspirasi Anda semua. Sampai bertemu di acara berikutnya!

~ D ~

Thursday, February 5, 2009

Meet and Greet at Aksara Bookstore Kemang!

Teman-teman semua,

Aksara Book Club mengadakan gathering yang memberikan kesempatan bagi pembaca untuk bertanya dan berdiskusi seputar proses kreatif dan karya saya (tanpa terbatas di Rectoverso, tentunya). Acara ini diadakan rutin oleh Aksara dan kali ini saya mendapat kesempatan untuk berbagi dengan para anggota Aksara Book Club dan juga teman-teman peminat buku lainnya.
Format ini memungkinkan interaksi yang lebih dekat antara pembaca dan penulis. Siapa saja bisa hadir dan tidak dipungut bayaran.

Hari/Tanggal: Selasa, 17 Februari 2009
Tempat: Aksara Bookstore, Kemang, Jakarta Selatan.
Pukul: 19.00 - 21.00 WIB



Untuk info lebih lanjut hubungi info@aksara.com. Satu kehormatan jika teman-teman bisa menghadirinya. Sampai bertemu di Aksara!

~ D ~

Wednesday, January 28, 2009

Rectoverso Moment Finale!

Sebelas minggu. Sebelas kisah. Sebelas lagu. Dan sebelas kali pula saya dan Cosmopolitan FM mendapatkan kehormatan untuk berbagi cerita dengan Anda semua.
Dan inilah kami, pada hari Selasa tanggal 27 Januari 2009, di petak mungil ruang siaran, saat membaca dan mendongeng yang terakhir kali untuk Anda semua:

Saya dan Bu Produser, Olive.



Saat mendongeng serius...





Saat mendongeng kurang serius...



Dengan selimut andalan agar tak mati beku...

Terima kasih sudah mengizinkan saya membacakan kisah-kisah hidup Anda yang paling berkesan dan pribadi. Saya hanya bisa berharap sepenggal cerita kehidupan yang kita nikmati lewat Rectoverso Moment dapat menjadi inspirasi dan remah roti yang menuntun perjalanan hati Anda menuju horizon yang lebih luas dan terbuka.


Salam,


~ D ~

Rectoverso Moment Week#11 Winner

"4 Mei"
Oleh: Pritania Astari

Tanggal itu selalu terngiang-ngiang di kepala sejak saya tahu kapan tepatnya dia berulang tahun. Tidak pernah sedikit pun saya melupakan tanggal itu, layaknya menggenggam benda keramat yang tak mampu dan tak mau saya lepaskan. Begitu banyak perjuangan saya tempuh untuk mendapat tanggal itu. Bertanya pada kenalannya, saya tak berani. Takut mereka memberitahukan kepadanya. Bertanya pada teman dari temannya, mereka tidak tahu. Mengecek up-date ulang tahun di Friendster pun selalu tidak ada.

Suatu hari saya memberanikan diri untuk bertanya langsung padanya. Sebuah teks SMS pun saya kirimkan dengan hati berdebar. Selama ini SMS saya lebih sering diabaikan, tapi demi satu tanggal itu saya memberanikan diri untuk mengirimnya. Tentu saja saya tidak langsung bertanya to-the-point. Harus berbasa basi sedikit agar dia tidak merasa aneh. Sekitar setengah jam saya menunggu, ternyata dia membalasnya. Perasaan saya saat itu tidak bisa digambarkan. Saya bahagia sekali. Setelah beberapa kali berbalas SMS, saya pun menanyakan tentang hari ulang tahunnya. Agak lama ia membalas: 4 Mei.

Langsung saya rekam dan ingat tanggal itu baik-baik. 4 Mei. Lama saya menunggu untuk dapat mengetahui tanggal ulang tahunnya. Namun yang paling tidak saya sangka adalah, dia sendiri yang memberitahukan tanggal keramat itu. Tidak hanya SMS saya dibalas, apa yang selama ini saya cari pun akhirnya saya temukan.

4 Mei tiba. Subuh-subuh saya sudah bangun. Saya ingat sekali, hari itu hari Minggu. Sengaja saya pasang alarm lebih pagi dari biasanya karena hari itu saya niatkan untuk mengucapkan selamat kepadanya. Dua bulan lebih saya menunggu demi mendapatkan momen yang tepat untuk mengiriminya SMS lagi. Dan hari itu, tepat pada saat ulang tahunnya, adalah saat yang paling tepat. Buru-buru saya mengambil ponsel saya dan mulai mengetik. Cukup sederhana. Hanya mengucap: Wish you the happiest birthday ever and I hope all the best for you. Good luck. God bless.

Tidak lama kemudian sebuah SMS masuk. Saya menyempatkan diri untuk berbahagia dan berbangga hati sejenak, sambil menerka-nerka apa kiranya isi SMS itu. Namun Dan ternyata dia bertanya: Ini siapa? Tks sebelumnya.

Hati saya seperti tertusuk. Tidak ada semangat lagi. Namun saya coba mengalahkan ego saya, dan percakapan kami selanjutnya berjalan cukup baik. Syukurlah dia masih mengenal saya. Paling tidak masih tahu ketika saya menyebutkan nama.

Hampir tiga tahun saya menunggunya dan saat itu adalah kali terakhir dia membalas SMS saya. Hari itu, tanggal 4 Mei, dia telah menorehkan sejarah dalam hati saya sebagaimana hari itu juga bersejarah untuknya. Bahwa keringat apalagi darah tidak berlaku dalam perjuangan saya saat itu, melainkan ego dan harga diri. Untuk diabaikan, untuk dilupakan. Lagi.


* Naskah ini melalui proses edit minimal, tanpa mengurangi makna dan isi.

Tuesday, January 27, 2009

“Rectoverso” di Gramedia Grand Indonesia!



Teman-teman di Jakarta,
kali ini Goodfaith Production
bekerja sama dengan Gramedia – Grand Indonesia
akan mengadakan bedah buku "Rectoverso".

Tempat: FAB CafĂ© – Gramedia Grand Indonesia,
East Mall 3rd Floor
Hari/Tanggal: Jumat, 30 Januari 2009
Waktu: Pukul 19.00 – 21.00


And of course, we’ll also have booksigning and
accoustic performance.

It's free of charge, and anybody can come.
Saya tunggu kehadiran teman-teman! See you!



~ D ~

Tuesday, January 20, 2009

Rectoverso Moment Week#10 Winner

"Bunda"
Oleh: Jenny Jusuf


Satu setengah tahun berjuang melawan kanker, akhirnya Mama terpaksa menyerah. Namun, sebagaimana sifatnya yang tertutup dan tidak ingin menyusahkan orang, Mama menyimpan penderitaannya rapat-rapat, bahkan sampai detik terakhir. Hari itu, untuk kesekian kalinya beliau dibawa ke Rumah Sakit karena komplikasi setelah menjalani kemoterapi. Ia pergi ditemani Ayah, Paman, dan Nenek. Saya tidak merasa perlu ikut mendampinginya. Saya, yang sudah terlalu terbiasa dengan jadwal kunjungan rutin ke Rumah Sakit lima hari dalam sebulan, menganggap hari itu sama seperti hari-hari lainnya.

Saya berdiri di depan pintu, melepas kepergian Mama sambil melambaikan tangan. Ia, dengan daster panjang kesayangannya. Ia, dengan kepala polos tanpa penutup, karena ia membenci wig dan topi yang membuat gerah. Ia, dengan wajah mengernyit, tanpa satu pun keluhan terlontar. Hari itu tanggal 14 Juli. Mama pergi ke Rumah Sakit tanpa saya di sisinya. Ia tidak pernah kembali lagi.

Saya merelakan kepergian Mama, karena saya lebih memilih kehilangan seorang ibu ketimbang melihatnya menderita dalam kesakitan. Namun, perlahan-lahan kehilangan itu menjelma menjadi lubang hitam di hati. Saya merindukannya, dan kini saya tidak akan pernah lagi bertemu dengannya. Satu-satunya saat di mana kami dapat berjumpa lagi, barangkali nanti, ketika saya menyusulnya ke Surga. Meski saya tidak bisa memungkiri perasaan bahwa dalam saat-saat tertentu, ia terasa begitu dekat.

Seolah-olah Mama tidak pernah pergi dari sisi saya, ia “hadir” dalam saat-saat terberat di mana saya merasa hidup tidak lagi ada gunanya dan saya ingin mati saja. Ia hadir pada masa-masa paling mengecewakan di mana yang ingin saya lakukan hanya mengubur diri selamanya di bawah selimut dan menghindari dunia. Seakan-akan Mama ada dan berbisik, “Tidak apa-apa, Nak. Semua akan baik-baik saja”, meski tangannya tak dapat menjangkau wajah saya yang berairmata.

Ia hadir pada saat-saat penuh kebahagiaan di mana saya berkhayal dapat menghambur ke kamarnya dan menceritakan apa yang saya rasakan dengan penuh sukacita. Ia hadir pada masa-masa penuh kegembiraan ketika saya berbangga hati atas pencapaian yang saya raih. Seakan-akan Mama ada, tepat di sisi saya, tersenyum lebar dan berbisik, “That’s my girl. Bagus, Nak.”. Betapa saya rindu mempersembahkan setiap kemenangan dan keberhasilan saya untuknya, dan saya tahu dia tahu.

Setelah bertahun-tahun, akhirnya saya sadar: saya keliru. Mama tidak pergi ke tempat asing bernama Surga di mana kami terpisah selamanya. Saya tidak perlu menanti sampai mati untuk bisa berjumpa lagi dengannya. Saya tidak perlu menunggu sampai masa kontrak saya dengan dunia berakhir untuk bisa menemuinya.

Mama tidak pergi ke tempat lain. Ia pulang ke hati saya. Sebuah tempat di mana ia akan abadi dan tak terganti. Dan kami akan selalu bersama. Selamanya.

I know you’re listening, Mom. Welcome home.


...
Oh Bunda,
Ada dan tiada
Dirimu kan selalu ada
Di dalam hatiku
“Bunda” - Melly Goeslaw


* Naskah ini melalui proses edit minimal, tanpa mengurangi makna dan isi.