Thursday, March 26, 2009

Rectoverso in Bandung!


Dalam rangka launching "Arena Baca Indosat"
Indosat & Goodfaith Production mengadakan:
Bedah buku dan singing performance "Rectoverso"

Hari/Tanggal: Sabtu, 28 Maret 2009

Tempat: I-Square Lounge, Soho, Ciwalk - Bandung
Waktu: 12.00 - 15.00 WIB



Sampai berjumpa di sana!

~ D ~

Saturday, March 21, 2009

Bedah Buku "Rectoverso" di Gramedia PIM!



Hadiri Bedah Buku & Booksigning "Rectoverso"!

Hari/Tanggal: Minggu, 22 Maret 2009
Pukul: 14.00 - 15.30 WIB
Tempat: TB Gramedia, Pondok Indah Mall 1

Open for public, free of charge!
So, see you there! :)

~ D ~

Saturday, February 21, 2009

Dee on JUST ALVIN - Metro TV



Saksikan obrol-obrol akrab dan mendalam antara Alvin Adam
dengan tiga penulis perempuan:
Dewi Lestari, Djenar Maesa Ayu, Nova Riyanti Yusuf,
di Metro TV pada acara:

  • JUST ALVIN - Episode: "Bukan Roman Picisan" (Re-run)
  • Hari: Senin, 23 Februari 2009
  • Pukul: 13.30 WIB




There'll be surprising testimonials, spontaneous tears,
singing performance,
and many more!


PS. I hope you'll all enjoy this show as much as I (we) did! :)

Wednesday, February 18, 2009

Aksara Book Club Gathering



Acara Gathering untuk anggota Book Club Aksara diadakan ketiga kalinya pada hari Selasa lalu, 17 Februari 2009. Acara yang berlangsung dengan akrab dan hangat tsb diwarnai pertanyaan-pertanyaan yang 'tidak biasa', dan itu menjadi sebuah penyegaran tersendiri bagi saya. Sebagaimana konsep gathering yang memang diharapkan oleh Aksara, para pengunjung lebih banyak bercerita tentang pengalaman mereka sebagai pembaca, dan untuk itu mereka bisa menanyakan apa saja pada sang penulisnya.

Terima kasih sekali untuk teman-teman yang sudah menyempatkan diri untuk hadir. Semoga pertemuan kecil kita dapat berkesan dan menginspirasi Anda semua. Sampai bertemu di acara berikutnya!

~ D ~

Thursday, February 5, 2009

Meet and Greet at Aksara Bookstore Kemang!

Teman-teman semua,

Aksara Book Club mengadakan gathering yang memberikan kesempatan bagi pembaca untuk bertanya dan berdiskusi seputar proses kreatif dan karya saya (tanpa terbatas di Rectoverso, tentunya). Acara ini diadakan rutin oleh Aksara dan kali ini saya mendapat kesempatan untuk berbagi dengan para anggota Aksara Book Club dan juga teman-teman peminat buku lainnya.
Format ini memungkinkan interaksi yang lebih dekat antara pembaca dan penulis. Siapa saja bisa hadir dan tidak dipungut bayaran.

Hari/Tanggal: Selasa, 17 Februari 2009
Tempat: Aksara Bookstore, Kemang, Jakarta Selatan.
Pukul: 19.00 - 21.00 WIB



Untuk info lebih lanjut hubungi info@aksara.com. Satu kehormatan jika teman-teman bisa menghadirinya. Sampai bertemu di Aksara!

~ D ~

Wednesday, January 28, 2009

Rectoverso Moment Finale!

Sebelas minggu. Sebelas kisah. Sebelas lagu. Dan sebelas kali pula saya dan Cosmopolitan FM mendapatkan kehormatan untuk berbagi cerita dengan Anda semua.
Dan inilah kami, pada hari Selasa tanggal 27 Januari 2009, di petak mungil ruang siaran, saat membaca dan mendongeng yang terakhir kali untuk Anda semua:

Saya dan Bu Produser, Olive.



Saat mendongeng serius...





Saat mendongeng kurang serius...



Dengan selimut andalan agar tak mati beku...

Terima kasih sudah mengizinkan saya membacakan kisah-kisah hidup Anda yang paling berkesan dan pribadi. Saya hanya bisa berharap sepenggal cerita kehidupan yang kita nikmati lewat Rectoverso Moment dapat menjadi inspirasi dan remah roti yang menuntun perjalanan hati Anda menuju horizon yang lebih luas dan terbuka.


Salam,


~ D ~

Rectoverso Moment Week#11 Winner

"4 Mei"
Oleh: Pritania Astari

Tanggal itu selalu terngiang-ngiang di kepala sejak saya tahu kapan tepatnya dia berulang tahun. Tidak pernah sedikit pun saya melupakan tanggal itu, layaknya menggenggam benda keramat yang tak mampu dan tak mau saya lepaskan. Begitu banyak perjuangan saya tempuh untuk mendapat tanggal itu. Bertanya pada kenalannya, saya tak berani. Takut mereka memberitahukan kepadanya. Bertanya pada teman dari temannya, mereka tidak tahu. Mengecek up-date ulang tahun di Friendster pun selalu tidak ada.

Suatu hari saya memberanikan diri untuk bertanya langsung padanya. Sebuah teks SMS pun saya kirimkan dengan hati berdebar. Selama ini SMS saya lebih sering diabaikan, tapi demi satu tanggal itu saya memberanikan diri untuk mengirimnya. Tentu saja saya tidak langsung bertanya to-the-point. Harus berbasa basi sedikit agar dia tidak merasa aneh. Sekitar setengah jam saya menunggu, ternyata dia membalasnya. Perasaan saya saat itu tidak bisa digambarkan. Saya bahagia sekali. Setelah beberapa kali berbalas SMS, saya pun menanyakan tentang hari ulang tahunnya. Agak lama ia membalas: 4 Mei.

Langsung saya rekam dan ingat tanggal itu baik-baik. 4 Mei. Lama saya menunggu untuk dapat mengetahui tanggal ulang tahunnya. Namun yang paling tidak saya sangka adalah, dia sendiri yang memberitahukan tanggal keramat itu. Tidak hanya SMS saya dibalas, apa yang selama ini saya cari pun akhirnya saya temukan.

4 Mei tiba. Subuh-subuh saya sudah bangun. Saya ingat sekali, hari itu hari Minggu. Sengaja saya pasang alarm lebih pagi dari biasanya karena hari itu saya niatkan untuk mengucapkan selamat kepadanya. Dua bulan lebih saya menunggu demi mendapatkan momen yang tepat untuk mengiriminya SMS lagi. Dan hari itu, tepat pada saat ulang tahunnya, adalah saat yang paling tepat. Buru-buru saya mengambil ponsel saya dan mulai mengetik. Cukup sederhana. Hanya mengucap: Wish you the happiest birthday ever and I hope all the best for you. Good luck. God bless.

Tidak lama kemudian sebuah SMS masuk. Saya menyempatkan diri untuk berbahagia dan berbangga hati sejenak, sambil menerka-nerka apa kiranya isi SMS itu. Namun Dan ternyata dia bertanya: Ini siapa? Tks sebelumnya.

Hati saya seperti tertusuk. Tidak ada semangat lagi. Namun saya coba mengalahkan ego saya, dan percakapan kami selanjutnya berjalan cukup baik. Syukurlah dia masih mengenal saya. Paling tidak masih tahu ketika saya menyebutkan nama.

Hampir tiga tahun saya menunggunya dan saat itu adalah kali terakhir dia membalas SMS saya. Hari itu, tanggal 4 Mei, dia telah menorehkan sejarah dalam hati saya sebagaimana hari itu juga bersejarah untuknya. Bahwa keringat apalagi darah tidak berlaku dalam perjuangan saya saat itu, melainkan ego dan harga diri. Untuk diabaikan, untuk dilupakan. Lagi.


* Naskah ini melalui proses edit minimal, tanpa mengurangi makna dan isi.